Panduan Membuka Rekening Dana Nasabah atau Investor (RDN/RDI)


Setelah belajar kesana kemari dengan membaca beragam media cetak, artikel di internet, dan ikut beberapa forum diskusi/grup di internet, maka saya mulai memutuskan mulai beranjak masuk ke dunia investasi dengan mulai mempelajari bentuk produk investasi sebenar-benarnya (baca: bukan produk tabungan, deposito, maupun asuransi unitlink dkk.), yaitu produk reksadana awalnya, dan di kemudian hari saya pun mempelajari mengenai saham. Seperti artikel sebelumnya yang saya tulis disini, maka banyak informasi yang saya peroleh dari media online, dan hal tersebut membantu saya bagaimana mulai berinvestasi dan menjadi investor yang baik, sehingga di artikel ini saya akan membagi sedikit pengalaman saya ketika bagaimana memilih perusahaan sekuritas, kemudian membuka akun Rekening Dana Nasabah/Investor (RDN/RDI) di perusahaan sekuritas tersebut, serta seluk beluk terkait RDN/RDI untuk melakukan transaksi sesuai kaidah syariah.

Jeshoots - Unsplash.com

Cara memilih perusahaan sekuritas

Saat ini ada lebih dari 100 perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK, dan untuk memudahkan dalam memilih tempat yang tepat untuk kita bertransaksi dan berinvestasi, maka saya memiliki beberapa kriteria tertentu, yaitu sbb :
  • sudah terdaftar dan memiliki izin resmi dari OJK selaku pengawas industri keuangan di Indonesia (untuk cek daftar perusahaan sekuritas/efek bisa cek disini) agar tidak tertipu perusahaan investasi bodong dan merupakan faktor paling penting dalam menyeleksi perusahaan sekuritas.
  • jumlah setoran perdana yang terjangkau (bahkan gratis), karena untuk membuka akun investor, ada beberapa perusahaan sekuritas yang mensyaratkan minimal penempatan dana perdana di Rekening Dana Nasabah/Investor (RDN/RDI). Selain itu, juga perlu dipertimbangkan besaran biaya (fee) ketika melakukan transaksi jual-beli di perusahaan tersebut. Sebagai informasi, perusahaan sekuritas salah satu sumber pendapatannya dari fee atas transaksi yang kita lakukan. Untuk saya yang baru memulai investasi dengan dana yang tersedia untuk slot investasi masih mini, maka kriteria ini cukup penting menjadi salah satu faktor dalam pemilihan perusahaan sekuritas.
  • menyediakan fasilitas untuk pembelian dan penjualan (trading) produk investasi yang mudah diakses, aman, dapat diandalkan dan tersedia di berbagai platform yang diakses online, sehingga ketika saya sedang di kantor, di rumah, atau tempat lain asal ada koneksi internet, saya bisa melakukan transaksi via aplikasi di website maupun melalui mobile app. Dengan adanya fasilitas ini, maka memudahkan saya sebagai investor, karena didukung dengan layanan yang canggih serta lengkap, sehingga mudah diakses kapan saja dan dimana saja.
  • customer service yang dapat diandalkan disertai dengan layanan yang dibutuhkan seperti informasi investasi, cash management, konfirmasi transaksi, history tracking, dsb., maupun dapat membantu jika ada pertanyaan dan konsultasi terkait investasi
  • selain hal pokok diatas, maka saya pun membaca berbagai review dan ada komunitasnya yang terkait perusahaan sekuritas tersebut, sehingga bisa menjadi salah satu tempat untuk berdiskusi, serta memiliki reputasi bagus di kalangan investor.

Membuka akun di Indo Premier

Dengan berdasar beberapa kriteria tersebut diatas, maka di sekitar awal tahun 2016, saya pun pertama kali mendaftar di salah satu perusahaan sekuritas yang ternama dan yang saya tahu merupakan salah satu pelopor perusahaan sekuritas yang memiliki portofolio beragam dengan konsep seperti supermarket/marketplace investasi ketika itu. Perusahaan sekuritas tersebut bernama PT. Indo Premier Securities yang dikenal dengan nama platform investasinya yaitu Indo Premier Online Trading, atau biasa disebut Ipot. Salah satu keunggulan Ipot yaitu dengan hanya satu akun, kita dapat melakukan proses transaksi investasi, termasuk investasi reksadana, saham, ETF, dan obligasi, sehingga menurut saya dapat memenuhi kebutuhan investasi kedepannya.


Indopremier.com 

Untuk proses pendaftarannya saya lakukan online, dan kemudian pihak Indo Premier menghubungi untuk mengkonfirmasi, meminta dokumen pendukung (KTP, NPWP, dan cover buku tabungan) dan mengisi form yang harus ditanda tangani dengan tatap muka mengunjungi ke tempat saya, sehingga menurut saya prosesnya berjalan cukup mudah dan lancar, hingga saya telah memiliki akun RDN/RDI-nya dan memiliki akses ke akun Ipot untuk transaksi dan investasi. 




Jadi setelah mendaftar di Ipot, nanti kita akan mendapatkan akun RDN/RDI sebagai rekening penampung ketika nanti melakukan transaksi jual-beli produk investasi tersebut. RDN/RDI merupakan rekening bank atas nama saya pribadi, sehingga pihak perusahaan sekuritas tidak bisa mengontrol atau pun melakukan transaksi selain atas perintah dan sepengetahuan kita, karena RDN/RDI tersebut layaknya produk tabungan perbankan pada umumnya. Menariknya, biaya pendaftaran dan minimal penempatan dana di RDN/RDI Ipot tidak ada alias nol Rupiah, so this is very atractive offer kan!?

Namun, karena kesibukan pekerjaan dan family matters, maka saya pun “gagal” untuk memulai investasi di Ipot, selain itu cadangan dana yang saya miliki digunakan untuk kebutuhan yang lebih prioritas, dan saya pun kembali ke model investasi tabungan dengan proporsi kecil ke investasi emas LM Antam, meski akhirnya nanti saya pun kembali dan benar-benar action melakukan investasi baik reksadana dan saham melalui platform Ipot ini.

Investasi di Bursa Efek Indonesia sesuai kaidah Syariah

Sebagai informasi, Indo Premier memfasilitasi kawan-kawan yang ingin dengan nyaman melakukan kegiatan investasi sesuai kaidah syariah, sesuai dengan arahan, pengawasan, dan fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI). Daftar produk investasi, dalam hal ini yaitu Daftar Efek Syariah (DES) sesuai dengan kaidah syariah yang diatur oleh DSN – MUI tersebut dipublikasikan oleh OJK sebagai ISSI, yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan menjadi acuan seluruh pelaku bursa dan tentunya perusahaan sekuritas.

Ketika saya mendaftar di Ipot, saya berkeinginan untuk dapat bertransaksi sesuai kaidah syariah, maka saya pun mendapat RDN/RDI di Bank BCA Syariah. Selain akun RDN/RDI di BCA syariah tadi, saya pun mendapat 2 akun Ipot untuk melakukan proses transaksi trading yang dipisah, baik untuk transaksi produk syariah (akun dengan berkode ‘S’) dan akun reguler (non syariah dengan akun berkode ‘R’), dimana akun yang menjadi default yaitu akun syariah tersebut. Contohnya ketika saya melakukan transaksi pembelian saham maka yang digunakan akun syariah tersebut, dan jika tetap mau membeli saham reguler, maka otomatis transaksinya akan gagal. 

Namun bagi kawan-kawan yang mau bertransaksi secara umum saja (non syariah), maka kawan hanya akan mendapat 1 akun Ipot yang reguler saja, dan biasanya RDN/RDI-nya ditempatkan di rekening tabungan BCA.

Unsplash.com

Untuk kawan-kawan yang mau mengetahui penjelasan lebih detail mengenai investasi sesuai kaidah syariah, monggo simak informasi sbb :

Membuka akun di Manulife

Pada suatu ketika, karena sedang ada promo cashback dan program edukasi investasi reksadana dekat kantor, maka di pertengahan 2016, kemudian saya pun mendaftar di perusahaan sekuritas yang merupakan saudara kandung salah satu asuransi terbesar di Indonesia, yaitu membuka akun di Manulife Asset Management Indonesia, yang biasa disebut dengan MAMI

Berbeda dengan proses pendaftaran Ipot, maka proses pendaftaran di MAMI ini saya lakukan secara offline dengan mengunjungi kantor Manulife ketika itu, dan saya pun dibantu mengisi beberapa form dan diminta dokumen pendukung (yang sama dengan Ipot), kemudian saat itu juga akun investor saya aktif.

Perbedaan mendasar dengan Ipot yaitu produk investasi yang tersedia dan mekanisme investasi/trading, yaitu MAMI saat ini hanya menyediakan layanan investasi produk reksadana saja dan jika ingin melakukan transaksi, maka kita melakukan pembelian dengan transfer ke virtual account bank tertentu, kemudian mengkonfirmai ke pihak MAMI. Namun, dari informasi terakhir, sekarang sudah bisa melakukan pendaftaran dan transaksi secara online, sehingga melengkapi layanan yang sudah ada.

reksadana-manulife.com


Ternyata melalui MAMI saya pun benar-benar action melakukan transaksi pembelian reksadana. Dari contoh kasus ini, maka ternyata program promosi yang menarik dan program edukasi bisa menjadi pemicu investor seperti saya untuk melakukan transaksi, selain kriteria memilih perusahaan sekuritas yang saya bagikan diatas. 


---

Referensi :












Comments