Investasi Saham Syariah Sesuai Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)



Photo by Juan Camilo Guarin P on Unsplash


Berinvestasi di pasar modal atau bursa efek pun bisa dilakukan sesuai kaidah syariah. Saya pribadi pun mempelajari dari membuka rekening dana nasabah/investor hingga belajar selak beluk investasi, dan mencari informasi yang menjadi acuan saham mana saja yang tergolong dalam kaidah syariah atau bukan. Mengenai hal ini saya mengecek ke ISSI, yaitu semacam daftar saham (indeks) yang telah lolos uji oleh regulator terkait sesuai standar yang telah ditetapkan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang diluncurkan pada tanggal 12 Mei 2011 adalah indeks saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berkantor di Jalan Sudirman Jakarta. ISSI merupakan indikator dari kinerja pasar saham syariah Indonesia, dan konstituen ISSI adalah seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK dengan institusi terkait yaitu fatwa dari Dewan Syariah Nasional (DSN). Sehingga dalam hal ini, BEI tidak melakukan seleksi saham syariah yang masuk ke dalam ISSI, namun melakukan perhitungan indeks saham lainnya, seperti indeks LQ45.








Konstituen ISSI diseleksi ulang sebanyak dua kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan November, mengikuti jadwal review DES. Oleh sebab itu, setiap periode seleksi, selalu ada saham syariah yang keluar atau masuk menjadi konstituen ISSI. Metode perhitungan ISSI mengikuti metode perhitungan indeks saham BEI lainnya, yaitu rata-rata tertimbang dari kapitalisasi pasar dengan menggunakan periode sebelumnya sebagai tahun dasar perhitungan ISSI. 

Cek Data Indeks ISSI


Bagi teman-teman yang mau melakukan investasi saham sesuai kaidah syariah dapat merujuk ke daftar indeks ISSI tersebut, dan beberapa perusahaan sekuritas bahkan sudah melakukan pemisahan tegas serta dibuat proses otomasi ketika melakukan transaksi saham syariah tersebut, sehingga dapat tenang melakukan kegiatan investasi di bursa efek Indonesia. 

Untuk melakukan pengecekan saham mana saja yang masuk dalam ISSI, teman-teman bisa mengakses data indeks saham di tautan/link BEI ini dan pilih 'kode indeks' dengan pilihan 'ISSI', lalu pilih tahunnya, misalkan '2019', kemudian di tabel dibawahnya bisa diklik 'unduh' untuk melihat data indeks tersebut, lebih jelasnya bisa dilihat di gambar terlampir.




Cek Data Indeks JII70


Untuk melakukan pengecekan saham mana saja yang masuk dalam indeks saham syariah lain, teman-teman bisa mengakses data indeks saham di tautan/link BEI ini dan pilih 'kode indeks' dengan pilihan 'JII 70', lalu pilih tahunnya, misalkan '2019', kemudian di tabel dibawahnya bisa diklik 'unduh' untuk melihat data indeks tersebut, lebih jelasnya bisa dilihat di gambar terlampir.




Jika teman-teman melihat kenapa kita memilih kode indeks diatas, karena JII70 merujuk Jakarta Islamic Index 70 adalah indeks saham syariah yang diluncurkan BEI pada tanggal 17 Mei 2018, jadi JII70 ini merupakan bagian dari ISSI yang hanya berisi 70 emiten saham terpilih. Konstituen JII70 hanya terdiri dari 70 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Sama seperti ISSI, review saham syariah yang menjadi konstituen JII dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, Mei dan November, mengikuti jadwal review DES oleh OJK. Indeks JII70 memiliki karakter yang sama dari dengan indeks LQ45 dan indeks Kompas100 dari sisi tingkat likuiditas saham yang diperdagangkan di BEI.

BEI menentukan dan melakukan seleksi saham syariah yang menjadi konstituen JII70. Adapun kriteria likuditas yang digunakan dalam menyeleksi 70 saham syariah yang menjadi konstituen JII70 adalah sebagai berikut:

  • Saham syariah yang masuk dalam konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) telah tercatat selama 6 bulan terakhir
  • Dipilih 150 saham berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi selama 1 tahun terakhir
  • Dari 150 saham tersebut, kemudian dipilih 70 saham berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian di pasar regular tertinggi.
  • 70 saham yang tersisa merupakan saham terpilih.


---

Referensi :




Comments