Profil Konsumen Ecommerce Indonesia



Pasar Ecommerce di Indonesia memang memiliki potensi yang mengagumkan, khususnya di pasar regional Asia yang berkembang dengan pesat, sesuai hasil riset  yang disampaikan di artikel blog Durabita (Baca: Perilaku Pembelanja Internet Indonesia), bahwa angka pertumbuhan ecommerce Indonesia diatas 20% dengan volume perdagangan hingga 7 Milyar USD di periode tahun 2017 lalu.


Profil Konsumen Ecommerce (Pembeli Online) Indonesia | Source : Tirto.id
Dari hasil penelitian yang dilakukan Google bersama Gfk sebuah lembaga riset pasar terkemuka dunia pada akhir tahun 2017 yang lalu, terdapat empat tipe konsumen ecommerce di Indonesia, yaitu tipe konsumen yang disebut innovator, early adopter, gap-tech (gagap teknologi), dan late bloomers. Berikut dipaparkan secara singkat beberapa karakteristik tipe konsumen yang berinteraksi dengan ecommerce di Indonesia sbb :


1. Tipe Konsumen Innovator
Dari hasil penelitian tersebut, konsumen bertipe innovator cenderung memiliki penghasilan dan tingkat pendidikan tinggi, dan sudah terbiasa bahkan mahir menggunakan berbagai perangkat canggih (gadget) dengan memiliki perangkat lebih dari 1 buah perangkat.

Selain itu, tipe konsumen ini sudah terbiasa berbelanja online dan menggunakan beragam metode pembayaran, termasuk memanfaatkan internet bangking sebagai alat pembayaran, serta lebih memilih menggunakan aplikasi smartphone untuk berbelanja dibandingkan perangkat lainnya, serta sangat memperhatikan sekaligus mempertimbangkan untuk harga dan garansi atas barang/layanan yang akan dibelinya.

2. Tipe Konsumen Early Adopter
Untuk konsumen bertipe early adopter cenderung memiliki penghasilan tidak begitu tinggi hingga penghasilan rendah, dan sudah terbiasa berselancar dan berbelanja online dengan memiliki perangkat lebih dari 1 buah perangkat, namun masih lebih nyaman menggunakan perangkat laptop dalam berbelanja online.

Tipe konsumen ini lebih suka menggali informasi lebih jauh dengan effort untuk mencari berbagai program promo dan diskon, dan melakukan transaksi pembayaran menggunakan kombinasi internet bangking dan transfer bank via ATM. Uniknya untuk tipe konsumen ini terkadang masih perlu melihat, merasakan dan menyentuh langsung secara fisik barang yang akan dibeli, meski sudah melakukan pencarian informasi di internet sebelumnya.

3. Tipe Konsumen Gap-Tech
Untuk konsumen bertipe gap-tech (gagap teknologi) cenderung memiliki penghasilan cukup tinggi, berbelanja online dengan mengakses melalui mobile website dan terkadang hanya memiliki 1 buah perangkat, dan suka memanfaatkan ATM (transfer bank) untuk melakukan pembayaran.

Selain itu, tipe konsumen ini, masih perlu melihat, merasakan dan menyentuh langsung secara fisik barang yang akan dibeli, meski sudah melakukan pencarian informasi di internet sebelumnya dengan membandingkan beragam tawaran diskon dan program promo yang ditemukan di internet.

4. Tipe Konsumen Late Bloomers
Tipe konsumen late bloomers memiliki ciri-ciri tidak terlalu memikirkan toko online maupun media/kanal yang digunakann, baik menggunakan laptop, aplikasi, atau website, yang terpenting barangnya tersedia dan biasanya konsumen dengan tipe ini memang langsung melakukan pembelian dan lebih memilih melakukan transaksi secara CoD (cash on delivery) dengan bertatap muka dan melakukan pembayaran tunai.

Konsumen bertipe ini biasanya justru memiliki pendapatan rendah dan hanya menggunakan satu perangkat saja, dan sangat sensitif terhadap harga, serta tentunya sangat penting untuk melihat, merasakan dan menyentuh langsung secara fisik barang yang akan dibeli.


---

Referensi : 
  1. https://tirto.id/profil-konsumen-belanja-online-di-indonesia-cuEG
  2. http://www.durabita.com/2018/04/prilaku-belanja-online-2017-ecommerce-indonesia.html



No comments:

Powered by Blogger.